
Tadi malam Raha bermimpi bertemu dengan seorang pria berparas cahaya. Pria itu nampak sangat ramah, ia bertanya kepada Raha siapa namanya, setelah itu pria berparas cahaya yang ramah tiba-tiba memberinya sebuah buku bersampul putih dengan gambar seekor kodok bersayap tengah terbang melintasi samudera. Di depannya, tertera dua buah kata yang Raha sendiri tidak tahu artinya apa.
Ketika esok pagi Raha terjaga, buku bersampul putih itu telah berada di dalam dekapan dadanya. Terasa hangat saat Raha menyentuh buku itu dengan jemari mungilnya. Bola mata Raha terkesan melihat gambar seekor kodok bersayap yang terbang melintasi samudera.
Kodok yang aneh kata Raha dalam hati. Karena Raha tidak bisa membaca, maka buku itu pun ia simpan baik-baik di bawah kardus tempat Raha dan keluarganya tidur.
Kemana gerangan ayah ibu pergi? Apakah aku terlambat bangun hingga mereka meninggalkanku sendiri di rumah kontrakan? Ah barangkali aku terlalu asyik bermimpi hingga lupa bangun pagi. Pikir Raha. Setelah ia mencuci muka, Raha kembali ke kamarnya, meraih karung yang ukurannya paling besar, lalu ia pun mengunci kamar kontarakan dari luar. Hari ini Raha mesti memunguti barang-barang bekas seorang diri.









0 komentar:
Posting Komentar